www.kilaswarta.id – Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., baru-baru ini menghadiri pembukaan Bantiran Festival ke-2 di Bale Banjar Dinas Tejabukit, Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan. Festival ini diadakan sebagai bentuk pelestarian budaya lokal dan peringatan Hari Jadi Desa Bantiran, menampilkan kekayaan seni dan tradisi masyarakat setempat.
Kehadiran Bupati Sanjaya disambut antusias oleh anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda, dan perwakilan perangkat daerah. Festival ini berlangsung selama 11 hari, menampilkan berbagai acara budaya dan kompetisi yang melibatkan masyarakat, sehingga tidak hanya menjadi hiburan tetapi juga penggerak ekonomi lokal.
Pembukaan festival tersebut mendapat respons positif dari masyarakat, yang melihat banyaknya potensi budaya dalam perayaan ini. Kegiatan yang dihadirkan diharapkan mampu menginspirasi generasi muda untuk lebih mengenal dan melestarikan warisan budaya yang ada.
Perayaan Budaya Lokal di Bantiran Festival Ke-2
Bantiran Festival ke-2 diselenggarakan dalam nuansa yang meriah, dengan berbagai lomba dan acara yang melibatkan seluruh elemen komunitas. Kegiatan seperti lomba permainan tradisional, penampilan seni, dan berbagai kompetisi kuliner menunjukkan kekayaan budaya daerah. Berbagai kelompok seni lokal turut berpartisipasi untuk memperkaya acara ini, menunjukkan kolaborasi dan kreativitas masyarakat.
Antusiasme masyarakat semakin terlihat dalam lomba-lomba yang diadakan, seperti layangan, mepentet, dan permainan tradisional lainnya. Hal ini tidak hanya menambah keceriaan festival, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas di antara warga. Setiap kompetisi menjadi sarana edukasi dan hiburan untuk semua usia, menciptakan atmosfer yang penuh canda tawa.
Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menyoroti pentingnya acara ini dalam konteks ekonomi dan budaya. Ia menyatakan bahwa kekayaan alam dan budaya Kecamatan Pupuan harus dioptimalkan sebagai destinasi agrowisata favorit. Dengan dukungan yang kuat dari pemerintah, festival ini diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Komitmen Pemda dalam Pelestarian Budaya
Melalui festival ini, Bupati Sanjaya menekankan pentingnya pelestarian nilai-nilai budaya yang ada, agar tidak tergeser oleh perkembangan zaman. Beliau menilai bahwa budaya adalah warisan yang harus dijaga, dan kehadiran festival adalah langkah strategis untuk membangkitkan kembali semangat masyarakat. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, kegiatan seperti ini dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal.
Festival ini juga berfungsi sebagai ajang bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas dan inovasi mereka. Dari kuliner hingga seni dan kerajinan tangan, Bantiran Festival menjadi wadah yang mempertemukan berbagai potensi. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Bantiran tidak hanya mengandalkan tradisi, tetapi juga beradaptasi dengan kebutuhan pasar modern.
Kegiatan sosialisasi dan edukasi tentang budaya lokal juga menjadi bagian penting dari festival ini. Para pengunjung mendapatkan kesempatan untuk belajar lebih banyak tentang seni dan budaya tradisional yang mungkin telah lama terlupakan. Ini adalah upaya untuk memastikan bahwa generasi mendatang tetap terhubung dengan akar budaya mereka.
Pesan Penting Generasi Muda dan Keberlanjutan Acara
Tema festival “Kumara Guna”, yang berarti Anak yang Berguna, mencerminkan harapan masyarakat akan masa depan yang lebih baik. Bupati Sanjaya berharap generasi muda dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu yang tidak hanya sukses, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi masyarakat untuk menginternalisasi nilai-nilai positif dalam setiap aspek kehidupan.
Ketua Panitia, Agus Putu Eka Nanda, menekankan bahwa festival ini adalah hasil kolaborasi yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Dari Ibu-ibu PKK hingga anak-anak muda, semua berkontribusi dalam menyukseskan acara ini, menunjukkan betapa pentingnya partisipasi aktif dalam kegiatan budaya. Dengan kolaborasi yang erat, festival ini menjadi lebih kaya dan beragam.
Acara penutup yang akan digelar pada 12 Juli juga menarik perhatian, menampilkan pertunjukan musik dari grup band lokal. Dengan penampilan tersebut, diharapkan semakin banyak orang yang tertarik untuk datang ke Bantiran dan menikmati keindahan serta keunikannya. Keseluruhan rangkaian kegiatan diharapkan dapat membangun kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya di tengah perkembangan zaman.


